Nusakambangan, 19 Januari 2026 – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas II Nusakambangan melaksanakan Program Pembimbingan Kepribadian bekerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Cilacap sebagai upaya penguatan mental, spiritual, dan moral klien pemasyarakatan melalui pendekatan keagamaan. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bapas Nusakambangan dalam membentuk pribadi klien yang lebih baik, berintegritas, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat.
Kegiatan diawali dengan keynote speech oleh Bapak Rizky Rahayu Setiawan yang menekankan bahwa pembimbingan kepribadian merupakan unsur penting dalam proses pemasyarakatan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada aspek hukum dan sosial, tetapi juga harus menyentuh sisi mental dan spiritual agar perubahan perilaku klien dapat berjalan secara berkelanjutan.

Selanjutnya, materi keagamaan disampaikan oleh Ustadz Slamet Munir yang memberikan pengarahan dan penguatan mental dari perspektif keislaman. Dalam penyampaiannya, Ustadz Slamet menekankan pentingnya menjaga dan meningkatkan ibadah sebagai fondasi utama dalam proses perubahan diri. Beberapa poin utama yang disampaikan antara lain kewajiban melaksanakan sholat lima waktu dan puasa sebagai sarana pembentukan disiplin dan pengendalian diri, pembiasaan membaca Al-Qur’an untuk memperkuat ketenangan batin, serta menjaga kebiasaan baik yang telah dibangun selama menjalani pembinaan agar tetap diterapkan setelah kembali ke masyarakat. Selain itu, nilai kesabaran, keikhlasan, dan tanggung jawab juga ditekankan sebagai bekal menjalani kehidupan yang lebih baik.
Kegiatan pembimbingan kepribadian ini berlangsung dengan tertib, kondusif, dan mendapat respons positif dari para klien pemasyarakatan. Para peserta mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian dan antusias, sehingga diharapkan nilai-nilai keagamaan yang disampaikan dapat menjadi pedoman dalam memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna ke depan.

Updates.