Pelaksanaan Penemuan Kasus Tuberkulosis (TB) Melalui Skrining Active Case Finding (ACF) di Lapas Kelas IIA Permisan Nusakambangan 

    Pelaksanaan Penemuan Kasus Tuberkulosis (TB) Melalui Skrining Active Case Finding (ACF) di Lapas Kelas IIA Permisan Nusakambangan 
    Lapas Kelas IIA Permisan Nusakambangan kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan layanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pada Tahun 2025, lembaga pemasyarakatan ini melaksanakan kegiatan Penemuan Kasus Tuberculosis melalui metode Skrining Active Case Finding (ACF) menggunakan pemeriksaan Chest X-Ray (CXR). Program ini merupakan bagian dari dukungan APBN PHTC Kementerian Kesehatan RI, sebagai upaya serius pemerintah dalam menurunkan angka penularan dan memastikan penanga

    Nusakambangan - Lapas Kelas IIA Permisan Nusakambangan kembali menunjukkan komitmennya dalam peningkatan layanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pada Tahun 2025, lembaga pemasyarakatan ini melaksanakan kegiatan Penemuan Kasus Tuberculosis melalui metode Skrining Active Case Finding (ACF) menggunakan pemeriksaan Chest X-Ray (CXR). Program ini merupakan bagian dari dukungan APBN PHTC Kementerian Kesehatan RI, sebagai upaya serius pemerintah dalam menurunkan angka penularan dan memastikan penanganan TB dilakukan secara cepat dan tepat.

    Kegiatan skrining yang digelar selama tiga hari sejak tanggal 18-19 November 2025 ini diikuti oleh seluruh WBP Lapas Permisan. Melalui metode ACF, pemeriksaan dilakukan secara langsung dan menyeluruh untuk mendeteksi kemungkinan adanya gejala atau indikasi Tuberkulosis, termasuk pada individu yang tidak menunjukkan tanda klinis secara jelas. Penggunaan CXR menjadi langkah strategis karena mampu memberikan hasil yang lebih cepat dan akurat dalam mengidentifikasi potensi infeksi.
    Petugas kesehatan Lapas Permisan bekerja sama dengan tim medis yang ditunjuk oleh Kementerian Kesehatan, memastikan seluruh tahapan pemeriksaan berjalan tertib, aman, dan sesuai protokol kesehatan. Selain pemeriksaan, kegiatan ini juga disertai edukasi mengenai pencegahan penularan TB, pentingnya deteksi dini, serta pemahaman bahwa TB adalah penyakit yang dapat disembuhkan dengan penanganan yang tepat.

    Kepala Lapas Kelas IIA Permisan, Dedi Cahyadi menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui APBN PHTC, serta menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk perhatian negara terhadap kesehatan para WBP. Ia berharap bahwa skrining ini dapat membantu memutus mata rantai penularan TB di lingkungan lapas dan meningkatkan kualitas hidup para warga binaan.

    Dengan pelaksanaan skrining ACF ini, Lapas Permisan menegaskan bahwa hak atas kesehatan tetap menjadi prioritas, serta menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang sehat, aman, dan manusiawi.

    Adhika Yovaldi Salas

    Adhika Yovaldi Salas

    Artikel Sebelumnya

    Wawancara Mendalam, PK Bapas Nusakambangan...

    Artikel Berikutnya

    Malam tetap Aman, Kontrol Rutin Lapas Besi...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Gubernur Lemhanas RI: Perkuat Ekonomi dan Hukum, Kunci Keberlanjutan Ketahanan Nasional
    Gus Yaqut Bungkam Soal Status Tersangka Korupsi Kuota Haji
    Menteri Keuangan Respons Pengunduran Diri Dirut BEI: Bentuk Tanggung Jawab
    Perkuat Nilai Spiritual, Bapas Nusakambangan Gelar Bimbingan Kerohanian Klien Anak
    Pungli PKL Undip Pleburan: Disdag Semarang Ungkap Motif Oknum Ormas

    Ikuti Kami