
CILACAP, INFO_PAS – Lapas Khusus Kelas IIA Karanganyar Nusakambangan melaksanakan kegiatan Entry Meeting dalam rangka Evaluasi Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) Tahun 2026 pada Kamis, 23 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat WBK/WBBM ini diikuti oleh Tim Zona Integritas Lapas Karanganyar sebagai langkah awal dalam menghadapi proses evaluasi yang akan dilaksanakan secara berjenjang.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh terkait mekanisme, tahapan, serta indikator penilaian dalam pembangunan Zona Integritas. Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa pelaksanaan evaluasi ZI Tahun 2026 mengacu pada berbagai dasar hukum yang telah ditetapkan, termasuk regulasi dari Kementerian PANRB serta kebijakan internal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, sehingga proses evaluasi dapat berjalan secara terstruktur, objektif, dan akuntabel.
Dalam arahannya, Inspektur Jenderal menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas tidak hanya berfokus pada pemenuhan aspek administratif, melainkan harus mampu mendorong perubahan budaya kerja dan penguatan integritas individu. Predikat WBK dan WBBM harus diraih secara kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan, dengan didukung komitmen penuh dari pimpinan dan seluruh pegawai dalam mewujudkan pelayanan publik yang profesional, bersih dari korupsi, serta dipercaya oleh masyarakat.
Lebih lanjut, disampaikan data capaian pembangunan Zona Integritas secara nasional yang menunjukkan masih adanya tantangan dalam peningkatan jumlah satuan kerja berpredikat, khususnya pada level WBBM. Hal ini menjadi motivasi bagi seluruh satuan kerja, termasuk Lapas Karanganyar, untuk terus meningkatkan kualitas pembangunan ZI secara berkelanjutan.
Dalam rapat juga dijelaskan secara rinci mekanisme pelaksanaan evaluasi, mulai dari tahap seleksi administrasi, evaluasi Lembar Kerja Evaluasi (LKE), desk evaluasi, hingga verifikasi lapangan dan penilaian panel oleh Tim Penilai Internal. Seluruh satuan kerja diharapkan dapat menyiapkan data dukung yang lengkap, valid, serta mengisi LKE secara komprehensif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, dibahas pula berbagai isu strategis yang masih menjadi tantangan dalam pembangunan ZI, seperti overcapacity, gangguan keamanan, pungutan liar, penyalahgunaan wewenang, hingga rendahnya kepatuhan terhadap SOP. Berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya, beberapa aspek yang perlu ditingkatkan antara lain manajemen risiko, inovasi yang berdampak langsung, capaian kinerja, serta penguatan perencanaan pembangunan menuju WBBM.
Sebagai tindak lanjut, diberikan sejumlah rekomendasi strategis, di antaranya peningkatan budaya integritas dan disiplin pegawai, optimalisasi manajemen risiko, penguatan pengawasan internal, serta pengembangan inovasi yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik. Sinergi antar unit kerja dan dukungan seluruh stakeholder juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembangunan Zona Integritas.
Kegiatan Entry Meeting ini diharapkan menjadi pedoman awal bagi Tim Zona Integritas Lapas Karanganyar dalam mempersiapkan diri menghadapi seluruh tahapan evaluasi Tahun 2026. Dengan komitmen yang kuat dan pelaksanaan yang konsisten, diharapkan Lapas Karanganyar mampu mewujudkan birokrasi yang bersih, transparan, dan akuntabel serta meraih predikat WBK/WBBM secara optimal.
Berita terkait
Menlu RI Tegaskan Presiden Prabowo Tidak ke Israel, Fokus KTT Gaza
-
Updates.
- Oct 14, 2025
- 9545
Prabowo Ingin 2.000 Talenta Muda Siap Kerja di Sektor Strategis
-
Updates.
- Oct 16, 2025
- 8366
Rekomendasi
Copyright © 2024 Humas.or.id - All Rights Reserved.

Elma