Isra Mi’raj Jadi Momentum Refleksi Diri bagi Warga Binaan Lapas Besi

    Isra Mi’raj Jadi Momentum Refleksi Diri bagi Warga Binaan Lapas Besi
    Isra Mi’raj Jadi Momentum Refleksi Diri bagi Warga Binaan Lapas Besi

    Cilacap – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Besi Nusakambangan melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan berupa Majelis Taklim dalam rangka peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW pada Rabu, 14 Januari 2026, pukul 09.00 WIB hingga selesai.

    Kegiatan yang berlangsung di Masjid An-Nur Lapas Besi tersebut diikuti oleh 23 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan penguatan nilai spiritual warga binaan.

    Kegiatan diisi oleh K. Sirojul Munir dari Kementerian Agama Kabupaten Cilacap dengan materi keutamaan Bulan Rajab serta makna peristiwa agung Isra Mi’raj sebagai momentum peningkatan kualitas iman dan ibadah.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an secara bergiliran oleh WBP. Pelaksanaan kegiatan didampingi petugas Seksi Bimbingan Narapidana dan Anak Didik (Binadik), 6 orang peserta magang, serta 2 mahasiswa PPL UIN Saizu Purwokerto, dan berlangsung aman, tertib, serta terkendali.

    Kepala Lapas Kelas IIA Besi Nusakambangan, Muda Husni, menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj menjadi sarana penting dalam pembinaan mental dan spiritual warga binaan.

    “Melalui kegiatan keagamaan seperti ini, kami berharap warga binaan dapat mengambil hikmah Isra Mi’raj sebagai motivasi untuk memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, dan menjalani pembinaan dengan sikap yang lebih baik, ” ujarnya.

    Sementara itu, K. Sirojul Munir menyampaikan bahwa Isra Mi’raj mengajarkan pentingnya kedisiplinan dan kedekatan kepada Allah SWT. “Ibadah adalah fondasi perubahan diri. Siapa pun, termasuk warga binaan, memiliki kesempatan yang sama untuk memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik, ” tuturnya. Salah satu WBP peserta kegiatan berinisial AR juga mengungkapkan kesan positifnya.

    “Kajian ini membuat kami lebih memahami makna Isra Mi’raj dan termotivasi untuk lebih rajin beribadah selama menjalani masa pidana, ” ungkapnya.

    Melalui kegiatan ini, Lapas Besi Nusakambangan berharap pembinaan keagamaan dapat terus menjadi sarana pembentukan karakter, ketenangan batin, serta kesiapan WBP dalam menjalani proses pemasyarakatan secara positif dan berkelanjutan.

    (Humas Lapas Besi) 

    cilacap lapas besi
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Perkuat Akurasi Litmas, Bapas Nusakambangan...

    Artikel Berikutnya

    Kalapas Magelang hadiri Pembukaan Pembinaan...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Jaga Kesehatan dan Kebugaran, Lapas Kelas IIA Kembang Kuning Gelar Senam Bersama WBP dan Peserta Magang
    BPK Ungkap Kerugian Negara Kasus Minyak: Rp 2,7 Miliar Dolar dan Rp 25 T
    PPATK Ungkap Rp12,49 T Omzet Tekstil Diduga Disembunyikan
    PPATK Ungkap Rp992 T Dana Ilegal dari Tambang Emas Tanpa Izin
    Bareskrim Polri Blokir 63 Rekening PT Dana Syariah Terkait Kasus Rp2,4 T

    Ikuti Kami